Sabtu, 18 Februari 2017

Detective Conan : Sebuah Kebohongan?

I'm back to ruin your childhood.

Detective Conan adalah salah satu anime favorit saya sejak kecil. Menceritakan tentang Detective Muda bernama Shinichi Kudo. Dia adalah anak SMA yg seringkali membantu kepolisian jepang memecahkan kasus-kasus sulit. Hal itu tidak lepas karena dia sering membaca buku-buku misteri milik ayahnya. pada suatu hari, dia sedang pergi ke sebuah taman hiburan bernama Tropical Land bersama Ran Mouri, teman dekatnya sejak kecil. Di sana dia sempat memecahkan kasus pembunuhan di atas roller Coaster. Ketika akan pulang, mereka melihat orang mencurigakan dengan baju berwarna hitam terlihat seperti sedang melakukan transaksi dengan seseorang. Karena merasa ada yang aneh dengan orang itu, Shinichi membuntuti mereka dan mencoba merekam pembicaraannya. Tapi yang tidak dia ketahui adalah ternyata aksinya ketahuan oleh anggota yang lain, dan dipukul dari belakang hingga pingsan. Karena tidak ingin membuat barang bukti yang tidak perlu mereka tidak berniat membunuh dengan pistol akhirnya mereka meminumkan obat yang masih dalam masa percobaan. Ternyata dengan obat itu, tubuh Shinichi menciut menjadi seperti anak SD. Singkat kata, dia mengaku bernama Conan Edogawa  dan akhirnya tinggal bersama Ran dan ayahnya, Kogoro Mouri yang juga seorang detektif. Dengan harapan menemukan lagi petunjuk kepada Orang-orang berbaju hitam, Conan akhirnya membantu Kogoro Mouri menjadi detektif terkenal dengan bantuan alat-alat canggih dari tetangganya Prof. Agasa. Dalam kesehariannya, Conan menjadi anak kelas I SD dan memiliki beberapa teman dekat. Yang menarik dari anime ini adalah mereka tidak bertambah umur hehehe. Seriously, anime ini premiere pada tahun 1996. Manga-nya lebih dulu keluar bebrapa tahun. Tapi sampai sekarang sepertinya masih segitu-segitu saja. Yang lebih menarik adalah Conan adalah salah satu serial yang paling up to date dalam urusan handphone. Conan dulu pakai handphone jadul, sempat pakai tipe clamp waktu nge-hits dan sekarang pun Ikutan pakai touchscreen. Terakhir kali saya lihat, Conan hp-nya mirip Sony Xperia. Ai haibara mirip LG, dan tokoh antagonis seperti Gin dan Vermouth memakai hp yang mirip IPhone. Kurang tahu juga sekarang. Hal ini menunjukkan satu hal. Bahwa memang di universe Conan Ini sudah berjalan 20 tahun. Tapi mengapa karakternya seperti tidak bertambah usia? 




Dalam cerita fiksi yang melibatkan karakter yang tidak kunjung tua, ada beberapa teori yang menjelaskannya. Salah satu teori yang paling populer adalah "the coma theory". Biasanya pada karakter yang selalu terlihat seperti anak-anak. Contohnya pada anime seperti Doraemon, Pokemon,dsb. Saya sendiri juga memiliki teori tersendiri pada kasus Conan ini. Sebenarnya pada saat Shinichi dipukul dari belakang pada bagian kepala, Shinichi mengalami koma. Semua hal yang terjadi setelah saat itu, hanyalah alam bawah sadarnya. Alias dia sedang bermimpi. Kemajuan teknologi selama bertahun-tahun dia manifestasikan dalam mimpinya dalam wujud hp yang juga mengikuti perkembangan jaman. 

Itu artinya Semua teman yang dia dapatkan saat menjadi anak SD juga hanyalah Imajinasinya. Genta yang berbadan besar mungkin adalah perwujudan dari Giant. Mitsuhiko yang suka sok tahu dan dari keluarga relatif kaya adalah Suneo. Ayumi adalah manifestasi dari Shizuka. Dia sendiri mencerminkan dirinya sendiri sebagai anak cerdas berkacamata, gabungan dari Nobita dan Dekisugi. Profesor Agasa yang berbadan gendut dan alat-alat nya (yang terlalu ajaib dikehidupan nyata) adalah manifestasi dari Doraemon. Ya, seperti kita, masa kecil Shinichi juga sering membaca komik Doraemon. Hal yang sangat wajar jika kita sering membaca melihat sesuatu dan masuk ke alam bawah sadar. Apalagi sejak kecil. Makanya hati-hati (malah ceramah)

Tapi masa iya koma 20 tahun?

Jauh lebih masuk akal daripada jadi anak SD selama 20 tahun.

Singkatnya, kalau kalian mengikuti detective Conan yang sudah ratusan episode dan movienya juga sudah belasan, mungkin kalian sudah tertipu. Demikian.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar